Sumuknya Tahun Pemilu

http://xopisusu.blogspot.com/


            Menyongsong panasnya pemilu tahun 2019, maka 2018 jadi ajang bagi para pencari suara untuk ‘mendulang citra’ di masyarakat luas. Citra baik pastinya. Siapa yang mau milih orang dengan citra buruk? Nah, untuk ‘mendulang citra’, ada dua cara yang biasa dilakukan oleh para pendulang.

            Pertama, naikkan citra dirinya sendiri. Banyak caranya. Bagi bagi sembako, tampil di TV, sering ke masjid, membuang sampah pada tempatnya, minum duduk, liburan dengan sandal jepit dan kaos oblong, dan lain lain. Kedua, turunkan citra lawan politiknya. Kalau zaman now, biasanya  menyerang lewat media sosial.


            Untuk poin pertama, saya rasa tidak ada masalah dengan apapun yang dia lakukan. Toh kalau dia bagi bagi sembako, kita yang untung . Kalau ada yang bilang, “Nanti banyak politisi yang bakal tiba tiba sholeh tahun ini”. Itu pasti. Pencitraan itu modal penting bagi politisi. Intinya, selama tidak merugikan kita, biarlah para politisi itu ‘mendulang citra’ dengan strategi mereka masing masing. Masalah berada pada poin kedua, menaikkan citra dirinya dengan menjatuhkan pesaing lain. Sumuknya disini nih.

            Saya suka bergabut ria dengan timeline di media sosial. Twitter dan Instagram khususnya. Banyak ilmu yang jernih bisa di dapat. Tapi kadang agak sedikit keruh dengan kelakuan para buzzer yang mendukung idola mereka masing masing. Mendukung sih sah sah saja. Masalahnya banyak yang tidak berani mencantumkan nama asli, lalu komen tidak jelas, menghujat, hate speech di akun orang orang yang menjadi ikon publik. Disini letak sumuknya.

            Hati rasa panas aja kalau ada orang yang mendukung idola mereka dengan menghujat orang lain. Masalah lainnya di poin ini adalah kecurigaan saya terhadap buzzers yang mereka sangat aktif di social media. Seakan itu adalah profesi mereka. Seakan mereka memang dibayar untuk menghujat. Seakan mereka memang dipersiapkan untuk pemilu. Seakan tidak ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Kalau saya boleh berfatwa, seandainya mereka mencari penghasilan dari komen sana sini tidak jelas tadi, saya pastikan haram penghasilannya.

            Pada intinya di tahun yang sumuk ini, saya selaku orang yang senang berselancar di sosial media menginginkan, keruh yang tidak bisa dihindari ini tidak menjadi butek. Terima kasih.


*Hanya suara dari orang yang senang berselancar di timeline media sosial.

Sumuknya Tahun Pemilu Sumuknya Tahun Pemilu Reviewed by Unknown on Januari 04, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Blogger templates