Sumuknya Tahun Pemilu
Pertama, naikkan citra dirinya
sendiri. Banyak caranya. Bagi bagi sembako, tampil di TV, sering ke masjid,
membuang sampah pada tempatnya, minum duduk, liburan dengan sandal jepit dan
kaos oblong, dan lain lain. Kedua, turunkan citra lawan politiknya. Kalau zaman
now, biasanya menyerang lewat media
sosial.
Untuk poin pertama, saya rasa tidak
ada masalah dengan apapun yang dia lakukan. Toh kalau dia bagi bagi sembako,
kita yang untung . Kalau ada yang bilang, “Nanti banyak politisi yang bakal
tiba tiba sholeh tahun ini”. Itu pasti. Pencitraan itu modal penting bagi
politisi. Intinya, selama tidak merugikan kita, biarlah para politisi itu
‘mendulang citra’ dengan strategi mereka masing masing. Masalah berada pada
poin kedua, menaikkan citra dirinya dengan menjatuhkan pesaing lain. Sumuknya
disini nih.
Saya suka bergabut ria dengan
timeline di media sosial. Twitter dan Instagram khususnya. Banyak ilmu yang
jernih bisa di dapat. Tapi kadang agak sedikit keruh dengan kelakuan para
buzzer yang mendukung idola mereka masing masing. Mendukung sih sah sah saja. Masalahnya
banyak yang tidak berani mencantumkan nama asli, lalu komen tidak jelas,
menghujat, hate speech di akun orang orang yang menjadi ikon publik. Disini
letak sumuknya.
Hati rasa panas aja kalau ada orang
yang mendukung idola mereka dengan menghujat orang lain. Masalah lainnya di
poin ini adalah kecurigaan saya terhadap buzzers yang mereka sangat aktif di
social media. Seakan itu adalah profesi mereka. Seakan mereka memang dibayar
untuk menghujat. Seakan mereka memang dipersiapkan untuk pemilu. Seakan tidak
ada pekerjaan lain yang bisa dilakukan. Kalau saya boleh berfatwa, seandainya
mereka mencari penghasilan dari komen sana sini tidak jelas tadi, saya pastikan
haram penghasilannya.
Pada intinya di tahun yang sumuk
ini, saya selaku orang yang senang berselancar di sosial media menginginkan,
keruh yang tidak bisa dihindari ini tidak menjadi butek. Terima kasih.
*Hanya suara
dari orang yang senang berselancar di timeline media sosial.
Sumuknya Tahun Pemilu
Reviewed by Unknown
on
Januari 04, 2018
Rating:
Reviewed by Unknown
on
Januari 04, 2018
Rating:


Tidak ada komentar